Hari Jadi ke-69 Riau, Wabup Meranti Tekankan Penguatan Fiskal dan Pemerataan Pembangunan
Minggu, 9 Agustus 2026 . Waktu baca 3 menit 47 detik
MERANTI – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, memimpin apel peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau yang digelar di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Minggu (9/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muzamil menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Riau harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Peringatan ini membawa satu tanggung jawab besar bagi kita semua, memastikan Riau terus bergerak maju, dan setiap kemajuan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar Muzamil saat membacakan sambutan.
Menurutnya, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi pemerintah dan masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen untuk memperbaiki program yang belum optimal, menyelesaikan berbagai persoalan yang masih tertunda, serta membuka lebih banyak peluang dan harapan bagi masyarakat Riau.
“Karena itu, hari jadi ini harus menyatukan langkah kita untuk memperbaiki yang masih kurang, menyelesaikan yang masih tertunda, dan membuka lebih banyak harapan bagi masa depan Riau,” katanya.
Muzamil juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Riau. Menurutnya, perbedaan harus menjadi kekuatan dalam menjalankan pembangunan daerah.
Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, yakni “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan.”
“Perbedaan kita satukan menjadi kekuatan, kepercayaan kita jaga melalui kerja, dan seluruh potensi Riau kita arahkan untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Muzamil turut menyoroti kondisi fiskal daerah yang saat ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Tekanan terhadap kemampuan anggaran, kata dia, dirasakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Riau.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terus meningkat sehingga pemerintah dituntut semakin cermat dalam mengelola anggaran.
“Kita menyadari bahwa keadaan yang dihadapi saat ini tidak ringan. Tekanan terhadap fiskal daerah dirasakan hampir di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Kebutuhan masyarakat terus bertambah, sementara kemampuan anggaran harus dikelola dengan semakin hati-hati,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi fiskal tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengurangi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat yang paling mendesak harus menjadi prioritas, sementara pelayanan dasar tetap harus dijaga.
Pemerintah juga diarahkan untuk memperkuat pendapatan daerah tanpa menambah beban masyarakat, meningkatkan penggunaan data dalam perencanaan, serta menutup ruang terjadinya kebocoran.
“Yang belum tertib, kita tertibkan. Yang belum optimal, kita benahi. Yang menjadi hak Riau, terus kita perjuangkan,” tegas Muzamil.
Menurutnya, berbagai potensi daerah yang selama ini belum memberikan manfaat secara maksimal harus dikelola menjadi kekuatan baru. Potensi tersebut diharapkan mampu menopang pelayanan publik, membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan.
Muzamil juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung program-program prioritas Presiden Republik Indonesia.
Sejumlah program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, pembangunan tiga juta rumah, serta berbagai program strategis lainnya.
Program-program tersebut, kata dia, akan terus diselaraskan dengan kebijakan pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Pemerintah Provinsi Riau mendukung penuh program prioritas Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Muzamil juga mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi secara maksimal.
Ia menyebut masih ada jalan yang belum diperbaiki, pelayanan yang belum sepenuhnya sesuai harapan, serta masyarakat yang masih menunggu pekerjaan, perhatian, bantuan, maupun penyelesaian dari pemerintah.
“Atas pelayanan yang belum sempurna dan harapan masyarakat yang belum dapat kami wujudkan, saya menyampaikan permohonan maaf. Namun, permohonan maaf ini bukanlah akhir dari tanggung jawab,” katanya.
Menurut Muzamil, berbagai kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi akan tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk diperjuangkan ke depan.
“Setiap harapan yang belum terjawab tetap menjadi amanah bagi kami. Setiap kebutuhan yang belum terpenuhi tetap menjadi pekerjaan yang akan terus kita perjuangkan ke depan,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Muzamil menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi menjaga pelayanan publik dan pembangunan di Provinsi Riau.
Penghargaan disampaikan kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Riau, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, TNI dan Polri, serta seluruh aparatur pemerintah.
Ia juga mengapresiasi peran tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, perguruan tinggi, insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat Riau yang terus menjaga persatuan serta berpartisipasi dalam pembangunan.
Pada usia ke-69 Provinsi Riau, Muzamil berharap daerah tersebut semakin aman dan damai, masyarakat semakin sehat, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, serta petani, nelayan, pekerja dan pelaku usaha semakin sejahtera.
“Setiap keluarga memiliki harapan akan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau sebagai momentum memperbarui tekad untuk bersama-sama merawat dan memajukan Riau.
“Mari kita jadikan peringatan hari jadi ini bukan hanya sebagai perayaan bertambahnya usia, tetapi sebagai pembaruan tekad untuk merawat dan memajukan rumah kita bersama,” pungkasnya.
Kategori
Topik
Bagikan