1000 Siswa TK dan PAUD Ikuti Pawai Karnaval Hardiknas 2026 di Selatpanjang
Sabtu, 9 Mei 2026 . Waktu baca 1 menit 26 detik
1000 Siswa TK dan PAUD Pawai Karnaval Hardiknas 2026
MERANTI – Sebanyak 1000 siswa TK dan PAUD mengikuti Pawai Karnaval Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di Jalan Merdeka, Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Sabtu (9/5/2026).
Pawai yang diikuti anak-anak dari 26 lembaga PAUD se-Kecamatan Tebingtinggi itu dilepas oleh Bupati Kepulauan Meranti, diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Atan Ibrahim.
Dalam sambutannya, Atan Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kecamatan Tebingtinggi yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan karnaval menjadi salah satu upaya menanamkan rasa cinta tanah air dan membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Melalui kegiatan positif ini, kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada bangsa dan negara sejak dini, sekaligus membentuk anak-anak menjadi generasi yang hebat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan nasional pada hakikatnya merupakan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Karena itu, keberadaan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan PAUD.
Atan juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam membentuk pendidikan karakter dan etika anak agar lahir generasi penerus yang lebih baik di masa mendatang.
“Kita berharap semua pihak terus mendukung para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, baik formal maupun nonformal, agar mereka dapat menjalankan tugas mulianya dalam mencerdaskan anak bangsa serta mewujudkan generasi Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval PAUD 2026, Hafizah, S.Pd.AUD mengatakan, kegiatan tahun ini mengusung tema “Laskar Cilik Nusantara: Merajut Karya di Hari Pendidikan”.
Menurutnya, tema tersebut menggambarkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang sejak dini didorong untuk kreatif, percaya diri, dan mampu mengekspresikan jati dirinya.
“Merajut karya bermakna bahwa pendidikan bukan hanya soal menghafal, tetapi juga tentang kreativitas, ekspresi, dan keberanian menunjukkan jati diri sejak usia dini,” ungkapnya.
Selain diikuti ribuan peserta didik, kegiatan itu juga melibatkan sekitar 150 guru dan tenaga kependidikan PAUD.
Kategori
Topik
Bagikan