Pemkab Kepulauan Meranti Gerak Cepat Atasi Pemadaman Listrik di Merbau dan Tasik Putri Puyu

Selasa, 2 Juni 2026 . Waktu baca 3 menit 39 detik
image
image
image
image
image

Selatpanjang – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Wakil Bupati Muzamil Baharudin bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak PLN Selatpanjang bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi di Kecamatan Merbau dan Tasik Putri Puyu akibat kendala teknis pada mesin pembangkit yang menyebabkan kekurangan daya listrik.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama PLN dan masyarakat menggelar pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Muzamil Baharudin di Aula Kantor Camat Merbau, Selasa (2/6/2026).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala PLN Selatpanjang Roni Saputra, Manager Unit Layanan PLN Pekanbaru Andika, Danramil Merbau, Kapolsek Merbau, Asisten Sekda Irmansyah, M.Si., Staf Ahli Bupati, kepala OPD terkait, Camat Merbau, para kepala desa, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya.

Wakil Bupati Muzamil Baharudin mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menghimpun masukan serta informasi faktual dari masyarakat dan pihak PLN mengenai kondisi pemadaman listrik yang tidak normal selama dua minggu terakhir. Selain itu, pertemuan juga menjadi forum untuk mencari solusi cepat agar permasalahan yang cukup sensitif tersebut tidak berlarut-larut dan berpotensi mengganggu kondusivitas di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat Kecamatan Merbau dan Tasik Putri Puyu, telah terjadi pemadaman listrik berulang selama dua minggu terakhir tanpa pemberitahuan dari PLN. Kondisi ini terutama terjadi pada saat beban puncak, yakni menjelang Magrib hingga malam hari. Situasi diperparah dengan listrik yang sering mati dan menyala sehingga berpotensi merusak peralatan elektronik milik warga.

Diduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh kapasitas daya listrik yang tersedia. Saat ini, pembangkit listrik di wilayah Merbau dan Tasik Putri Puyu menghasilkan daya sekitar 2,7 MW, sementara kebutuhan pada saat beban puncak mencapai 2,6 MW. Situasi tersebut membuat sistem kelistrikan rentan terganggu apabila salah satu mesin mengalami kerusakan.

Dari hasil dialog antara pihak PLN dan masyarakat yang diwakili camat, lurah, serta kepala desa, diketahui bahwa pemadaman terjadi akibat kerusakan mesin pembangkit yang mengganggu pasokan listrik, sementara tidak tersedia mesin cadangan.

Selain itu, sejumlah peralatan seperti transformator (trafo) dan mesin pembangkit yang telah berusia tua juga dinilai menjadi faktor penyebab gangguan. Masyarakat juga menilai respons petugas PLN di lapangan masih perlu ditingkatkan.

Kepala PLN Selatpanjang, Roni Saputra, menjelaskan bahwa gangguan bermula dari tumbangnya pohon yang menimpa jaringan listrik. Peristiwa tersebut menyebabkan sistem turbo pada salah satu mesin pembangkit terbakar sehingga pasokan daya berkurang dan berdampak pada kerusakan beberapa peralatan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Lurah Teluk Belitung, Masyuri, mengusulkan agar PLN segera melakukan peremajaan mesin pembangkit yang dinilai sudah uzur.

"Kami meminta mesin lama segera diganti dengan mesin yang baru karena kondisi mesin saat ini sudah cukup tua," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta penggantian trafo secara bertahap dan menyeluruh guna menjaga kestabilan arus listrik, serta peningkatan respons petugas PLN saat terjadi gangguan.

Senada dengan itu, Kepala Desa Dedap, Mansyur, berharap PLN dapat menambah unit mesin pembangkit baru untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Kecamatan Merbau dan Tasik Putri Puyu.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Bupati Muzamil Baharudin meminta PLN segera menyelesaikan persoalan pemadaman listrik. Menurutnya, masyarakat telah memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan dengan membayar tagihan listrik sehingga berhak memperoleh pelayanan yang maksimal.

Beberapa hal yang menjadi atensinya antara lain percepatan perbaikan mesin yang rusak, penambahan mesin pembangkit baru untuk memenuhi kebutuhan daya saat beban puncak sekaligus sebagai cadangan apabila terjadi gangguan di masa mendatang, serta inspeksi dan penggantian trafo yang sudah tidak layak pakai.

Selain itu, Wabup juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara PLN dan masyarakat melalui camat, lurah, maupun kepala desa terkait kondisi kelistrikan di daerah, terutama saat terjadi pemadaman.

"Kepada PLN, dalam upaya menjaga kondusivitas masyarakat, kami meminta agar komunikasi dengan masyarakat terus ditingkatkan, khususnya ketika terjadi pemadaman listrik," tegas Muzamil.

Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN Selatpanjang, Roni Saputra, memastikan pihaknya segera menyelesaikan perbaikan dan menargetkan sistem kelistrikan kembali normal mulai malam hari.

"Saat ini material pengganti dari Medan telah tiba dan sudah dipasang. Alhamdulillah, jika tidak ada kendala, mulai malam ini sistem akan kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman. Selanjutnya kami akan fokus pada pemeliharaan jaringan," jelasnya.

Roni juga mengungkapkan bahwa PLN Selatpanjang telah berkoordinasi dengan PLN Pekanbaru terkait penambahan unit pembangkit baru dengan kapasitas minimal 500 kW sebagai cadangan apabila terjadi gangguan pada mesin utama.

"Kami akan mendapatkan bantuan empat unit pembangkit baru, dan salah satunya akan ditempatkan di Mengkirau," ujarnya.

Usai rapat koordinasi, Wakil Bupati Muzamil Baharudin bersama rombongan meninjau langsung pembangkit listrik di Kecamatan Merbau untuk melihat kondisi mesin sekaligus berdiskusi dengan petugas PLN terkait langkah-langkah perbaikan dan pemeliharaan yang sedang dilakukan.

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti